Pemerintah memproyeksikan puncak gelombang kasus Covid-19 akibat varian Omicron akan terjadi pada awal bulan depan. Proyeksi itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers virtual, Rabu (12/1/2022).

“Dari hasil pengamatan terhadap pengalaman negara lain puncak varian Omicron mencapai puncak dalam kisaran waktu 40 hari, lebih cepat dari varian Delta. Untuk kasus Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena Omicron akan terjadi pada bulan awal Februari. Sebagian besar kasus yang terjadi diperkirakan akan bergejala ringan. Sehingga nanti strateginya juga akan berbeda dengan varian Delta,” ujarnya.

Kendati demikian. Luhut memastikan pemerintah saat ini jauh lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang kasus Covid-19 akibat varian Omicron. Hal itu ditandai dengan tingkat vaksinasi dan kapasitas testing-tracing yang lebih tinggi dibandingkan puncak gelombang kasus Covid-19 akibat varian Delta pada tahun lalu.

“Sistem kesehatan kita juga jauh lebih baik, baik dalam hal obat-obatan, termasuk obat Molnupiravir dari Merck yang sudah didatangkan oleh menkes. Tempat tidur di rumah sakit, tenaga kesehatan, oksigen, dan fasilitas isolasi terpusat jauh lebih bagus saat ini,” kata Luhut.

“Dengan berbagai kesiapan tersebut dan belajar dari pengalaman yang lalu saya yakin kasus tidak akan meningkat setinggi negara lain. Namun syaratnya kita semua harus disiplin. Saya ulangi kita semua harus disiplin dan kita harus kompak,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Luhut menekankan keberhasilan pengendalian lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron tidak mungkin dicapai tanpa kerja sama semua pihak, terutama dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Dan saya berharap kita semua sekali lagi kompak tidak perlu saling menyalahkan. Karena ini memang sesuatu yang tidak bisa dihindari tapi kita bisa memitigasi sehingga dalam keadaan yang terkendali atau dampak yang minimal,” ujar Luhut.

“Sebagai penutup saya menyampaikan sekali lagi kasus kemungkinan akan naik tetapi kita jangan panik. Kita tetap harus waspada dan terus bekerja sama, kita harus bersatu dalam menghadapi musuh bersama, yaitu varian Omicron. Karena hanya dengan bersatu kita bisa menghadapi gelombang baru dan keluar dari pandemi Covid-19 ini,” lanjutnya.

sumber : CNBC