Sidoarjo, Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19 dosis kedua mencapai 21.965.366 orang atau 10,55 persen, pada Rabu (4/8/2021) pukul 12.00 WIB. Sementara jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama yakni sebanyak 48.485.265 orang atau 23,28 persen. Adapun masyarakat yang divaksin yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik, lansia, masyarakat rentan, masyarakat umum dan anak usia 12-17 tahun. Hingga saat ini, pemerintah menargetkan 208.265.720 orang dalam program vaksinasi Covid-19.

Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali. Hal itu dilakukan untuk mencapai kekebalan komunal terhadap penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu.

Data Satgas Covid-19 Jatim, per 2 Agustus menunjukkan, jumlah total vaksinasi dosis pertama baru 7.643.691 atau sekitar 24 persen dari total target penerima vaksin. Adapun total vaksinasi dosis kedua baru 3.205.574 atau sekitar 10 persen dari total target penerima vaksin.

Pemprov Jatim sebelumnya pernah menargetkan capaian vaksinasi sebesar 70 persen dari total target penerima vaksin 31,8 juta jiwa. Target capaian vaksinasi sebesar 70 persen itu diprediksi bakal tercapai pada 10 Agustus mendatang dengan asumsi setiap hari bisa menyuntikkan 315.000 dosis vaksin.

Percepat Vaksinasi, Dukungan Masyarakat Diperlukan

Sebelum melaksanakan komunikasi publik, vaksin perlu persiapan dan sosialisasi guna mempercepat capaian target vaksinasi. Langkah awal yang diperlukan adalah memahami isu. Dari survei terlihat, banyak yang meragukan keamanan dan kehalalan vaksin. Ada juga yang mempertanyakan apakah ini hasil propaganda dan konspirasi menebar ketakutan untuk dapat keuntungan.

Dari sisi distribusi, masyarakat ingin mengetahui siapa yang menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin, kapan dibagikan, dan bagaimana cara pembagiannya. Tujuan utama sosialisasi vaksin adalah menggerakkan warga datang ke puskesmas menerima vaksin. Maka, pesan perlu dibentuk agar bisa menggerakkan warga.

Pendekatan storytelling atau bercerita dikenal sebagai salah satu cara komunikasi yang efektif. Ia menyederhanakan konsep abstrak menjadi sederhana, menyentuh hati, dan mudah dihubungkan dengan penerima pesan.

Kendala vaksinasi terjadi pada orang lanjut usia (lansia), ketersediaan vaksin yang terbatas berbanding terbalik dengan antusiasme masyarakat yang ingin divaksin, sosialisasi kepada orang tua pelajar yang menjadi sasaran penerima vaksin, hingga ketersediaan tenaga kesehatan sebagai vaksinator.

Menurut ahli Virus yang juga Dirut RS Unair, Prof Dr dr Nasronudin SpPD K-PTI FINASIM bahwa, manfaat dari vaksin Covid-19 yaitu, vaksin akan merangsang sel tubuh manusia dan bisa mencegah virus masuk. Vaksin itu tujuannya memberikan kekebalan pada individu yang mendapatkan vaksin. Suntikan vaksin itu diharapkan akan menginduksi atau merangsang sel tubuh manusia. Namun bukan berarti setelah warga mendapat suntikan vaksin, virus Corona akan berakhir. Vaksin hanya sebagai imunitas tinggi untuk mencegah virus masuk dalam tubuh.

Vaksin ini diharapkan dapat memberikan kekebalan dalam tubuh agar masyarakat tidak
terpapar virus Covid-19. Ahli Kesehatan Hasbullah Thabrany menjelaskan, vaksin Covid-19 bukan merupakan sejenis obat yang memiliki formula. Vaksin adalah bagian dari virus yang sudah dilemahkan atau tak mampu menyebarkan penyakit yang kemudian disuntikan ke tubuh.

Tingkat efektivitas vaksin Covid-19 sekitar 90%. Dengan demikian masih ada kemungkinan 10% tubuh yang sudah di vaksin masih akan bisa terpapar virus Covid19.

Adapun yang harus dilakukan harus dilakukan setelah kita mendapatkan vaksinasi
1. Tetap di tempat anda di vaksinasi setidaknya selama 15 menit, untuk berjagajaga jika terjadi reaksi yang tidak biasa atau yang dikenal dengan KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi), sehingga petugas kesehatan dapat membantu Anda.

2. Periksa kapan kita harus melakukan vaksin dosis kedua. Sebagian besar vaksin yang tersedia adalah vaksin dengan dua dosis. Tanyakan kepada petugas kesehatan apakah kita perlu mendapatkan dosis kedua dan kapan harus mendapatkannya. Dosis kedua membantu meningkatkan respons kekebalan dan memperkuat kekebalan.

3. Dalam kebanyakan kasus, efek samping yang ringan itu wajar. Efek samping yang terjadi setelah vaksinasi menunjukkan bahwa tubuh seseorang sedang membangun perlindungan terhadap infeksi COVID-19 meliputi:
– Nyeri pada lengan
– Demam ringan
– Rasa lelah
– Sakit kepala
– Nyeri otot atau persendian

Hubungi petugas kesehatan jika timbul kemerahan atau bengkak (nyeri) di tempat anda mendapat suntikan yang meningkat setelah 24 jam, atau jika efek samping tidak hilang setelah beberapa hari. Jika anda langsung mengalami reaksi alergi parah terhadap dosis pertama vaksin COVID-19, maka anda tidak boleh menerima dosis vaksin tambahan.

Sangat jarang reaksi kesehatan yang parah secara langsung yang disebabkan oleh vaksin. Tidak disarankan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol sebelum menerima vaksin COVID-19 untuk mencegah efek samping. Ini karena tidak diketahui bagaimana obat penghilang rasa sakit dapat mempengaruhi seberapa baik vaksin bekerja. Namun, kita dapat mengonsumsi parasetamol atau obat penghilang rasa sakit lainnya jika mengalami efek samping seperti nyeri, demam, sakit kepala, atau nyeri otot setelah vaksinasi.

Utamanya, Bagi Tenaga kesehatan yang berada di lingkungan yang rentan terpapar , Vaksinasi tidak hanya melindungi tenaga kesehatan dan pelayan publik sebagai individu, namun juga melindungi keluarganya masing-masing.World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa perlindungan kepada tenaga kesehatan adalah wajib dan harus dilakukan oleh seluruh negara di dunia.

Bahkan setelah dilakukan vaksinasi, Kepatuhan kita terhadap protokol kesehatan harus tetap digelorakan. Ini kunci utama menghadapi pandemi Covid-19 seperti:

* Menjaga jarak minimal 1 meter
* Memakai masker dengan benar, terutama di tempat yang ramai, tertutup, dan berventilasi buruk.
* Sering-seringlah membersihkan tangan Anda
* Tutupi setiap batuk atau bersin di siku yang tertekuk (etika batuk)
* Saat berada di dalam ruangan bersama orang lain, pastikan ventilasi yang baik, seperti dengan membuka jendela

Penulis : dr Yudhistyra Putra , salah satu dokter di RSI Siti Hajar Sidoarjo

Catatan : redaksi gasgus.id dapat menerima tulisan , baik bersifat news(berita) , opini , jurnal ,laporan penelitian dll yang relevan dengan web gasgus.id