Surabaya –  Kasus COVID-19 kini mulai banyak menjangkiti usia anak hingga remaja. Para orang tua diimbau untuk tidak mengajak anak keluar rumah jika tak ada hal yang penting.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jatim, dr Dodo Armando MPh dia pun meminta para orang tua lebih menjaga sang buah hati. Selain tak membawa anak bepergian, Dodo ingin anak tidak melakukan sekolah tatap muka terlebih dahulu.

“Sesuai dengan saran dari IDAI itu menyarankan, sudah tetap kembali belajar online,” ujar Dodo di RS Islam Surabaya (RSIS) A Yani, Selasa (28/6/2021).

Selain itu, Dirut RSIS A Yani ini juga meminta orang tua agar tidak mengajak anak bepergian. Terlebih saat weekend diajak ke tempat wisata yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Orang tua nggak usah ngajak kemana-mana, walaupun hari libur, ke tempat liburan, ke tempat keramaian. Hindari itu. Sebab Corona tidak milih yang tua-tua dan tidak memilih yang komorbid. Ini salah satu perlu dapat perhatian. Saya sudah melarang, jangan membawa anak ke RS tapi kadang sulit,” pesannya.

Dodo menyebut ada 12% anak dan remaja yang terkonfirmasi positif COVID-19. Hal ini untuk mendeteksi lebih dini dan menghentikan lajur penyebaran.

“Masalah anak-anak, kita buat aturan anak-anak harus diswab. Karena apa? Sekarang umur 0-18 tahun ada yang ketularan. Jumlahnya dari laporan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), anak-anak umur 0-18 tahun sudah 12%. Berarti kalau 12% sekarang kasus di 21 ribu, 12%nya berarti 2 ribu anak-anak kena,” kata Dodo.

Tak hanya itu, Dodo mengatakan di rumah sakitnya saat ini sedang tidak merawat pasien anak. Tetapi, memulangkan anak-anak yang positif untuk isolasi mandiri karena tidak ada gejala.

“Positif pulang ada 4 atau 5. Usia sekolah 5-6 tahun,” pungkasnya.

sumber: detinews