Rumah Sakit (RS) Lapangan Covid-19 yang berada di kompleks lapangan sepak bola Gelora Joko Samudro (Gejos), Kabupaten Gresik, Jawa Timur dibuka lagi karena tingginya peningkatan kasus harian positif Covid-19 di wilayah kabupaten itu.

Pembukaan ini sesuai hasil rapat koordinasi antara Pemkab Gresik bersama AKBP Arief Fitrianto Kapolres Gresik, Letkol Infantri Taufik Ismail Dandim 0817 Gresik, drg Syaifudin Ghozali Kadinkes Gresik, serta 17 direktur rumah sakit rujukan pasien Covid-19 se-Kabupaten Gresik.

“Pembukaan kembali RS Lapangan Gejos bertujuan bahwa Pemkab Gresik tidak ingin ada pasien Covid-19 terlantar di rumah sakit karena keterbatasan tempat tidur,” kata Fandi Akhmad Yani Bupati Gresik, seperti dilansir Antara, Minggu (27/6/2021).

Selain itu, kata dia, Pemkab Gresik juga akan menambah setidaknya 200 tempat tidur di setiap rumah sakit rujukan Covid-19.

“Kami harus punya strategi karena tren Covid-19 cukup tinggi, kami tidak ingin ada pasien yang tidak bisa terawat di rumah sakit,” kata Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani itu.

Gus Yani mengatakan, RS Lapangan Gejos dikhususkan bagi pasien dengan gejala ringan, tanpa gejala, dan juga sedang. Sementara untuk pasien dengan gejala berat langsung ditangani di rumah sakit rujukan.

Sebelumnya, RS Lapangan Covid-19 Gejos Gresik sempat ditutup sejak Rabu 24 Maret 2021, karena tidak ada pasien yang dirawat atau kosong. Hal itu seiring tren penurunan angka positif Covid-19 beberapa waktu lalu, terutama sebelum lebaran.

Sekarang RS Lapangan itu dibuka lagi karena kasus positif Covid-19 di Gresik mengalami tren kenaikan cukup tinggi dalam sepekan terakhir. Setidaknya ada tambahan kasus rata-rata di atas angka 10 kasus per hari.

Paling anyar, di terjadi tambahan kasus positif sebanyak 21 orang, terkonfirmasi sembuh enam orang, dan satu orang meninggal akibat Covid-19 dalam sehari pada Sabtu (26/6/2021).

Data akumulasi di wilayah itu sejak mula-mula Covid-19 melanda, total kasus sebanyak 5.902 orang dengan rincian 5.362 orang sembuh, 177 masih isolasi mandiri/dirawat, serta 363 orang meninggal dunia.(ant/iss/den)

sumber: suara surabaya