Sidoarjo, Megas-online.com: Satgas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo diminta bekerja lebih keras dalam melakukan testing dan tracing sekaligus meningkatkan kapasitas treatmen serta Bed Occupation Ratio (BOR) atau tingkat keterpakaian tempat tidur di ruang perawatan medis.

 

“Bukan hanya di hilirnya saja, tetapi di level pembuat kebijakan juga harus lebih memasifkan lagi dan mempercepat gerakan vaksinasi pada masyarakat serta sosialisasi penerapan protokol kesehatan demi memutus jalur transmisi virus,” jelas Sekretaris Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan NU (PC LKNU) Sidoarjo, Badruzzaman.

 

Ia yang dihubungi melalui WA-nya, Kamis (24/06/2021) siang tadi mengatakan situasi yang dihadapi saat ini memang berat. “Namun kita gak bisa lengah apalagi membiarkan. Hasil tak mengkhianati Proses, Alujro biQodri ta’ab,” tandasnya.

 

Berdarkan informasi yang diterimanya dari Pemprov Jatim, Rabu (23/06/2021) kemarin ada tambahan 25 orang yang terkonfirmasi positif.  Namun disisi lain kapasitas respon yang ditunjukkan terhadap semua indikator tersebut justru hanya berada di standar ‘Terbatas’.

 

Badruz mencontohkan aspek testing, tracing, treatment (3T) menunjukkan dalam kondisi terbatas. Testingnya hanya 30,67%, padahal standarnya harus berada dibawah 15%. Pun demikian dengan variabel tracing yang hanya menyentuh angka 1,39 alias sangat terbatas.

 

Sedangkan urusan penanganan medis yang diukur dari BOR juga menunjukkan status serupa. “BOR kita diatas 90%, padahal harusnya berada di bawah 70% untuk bisa dianggap memadai,” imbuh Cak Badrus.

 

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, melalui Dinas Kesehatan telah coba mengatasi masalah ini dengan menambah jumlah rumah sakit rujukan. Berdasarkan surat yang ditandatangani Kepala Dinkes, drg Syaf Satriawarman pada 24 Juni 2021, ada 8 fasilitas kesehatan baru yang bakal menerima dan merawat pasien Covid.

 

Diantaranya RS Mitra Sehat Mandiri, RS Mitra Keluarga Pondok Candra, RS Delta Surya, RS Sheila Medika, RS DKT, RSU Prima Husada, RSIA Pondok Candra dan RSU Aminah yang semuanya total berkapasitas 98 bed.

 

Dengan tambahan ini berarti ada 19 Rumah Sakit rujukan pasien Covid di kota delta yang memiliki kapasitas 871 bed. “Itu sudah termasuk NICU Covid  atau bed khusus untuk pasien bayi yang terpapar Covid,” imbuhnya.*

sumber: megasomline