Admin- Menyikapi meluasnya kasus covid-19 di Bangkalan yang hingga hari ini terus meluas, sejumlah relawan aktivis kemanusian Jawa Timur turun bergerak menggandeng segenap potensi masyarakat di Bangkalan.

Radian jadid, Ketua Relawan Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya, Nadia Bafagih, aktivis kemanusiaan Jatim serta beberapa relawan lainnya berinisiatif menggandengkan potensi yang ada dimasyarakat untuk diajak bergotong-royong, bekerja sama membantu menaggulangi pandemi covid-19 dengan pendekatan non-medis.

Mengawali hari ini, para relawan berkoordinasi dengan Baznas Bangkalan. Di sekretariat Baznas, yang berlokasi dikompleks Masjid Agung Bangkalan,ditemui oleh K H. Drs. Imam Hidayat,M.Si. dan beberapa jajaran pengurus Baznas, mereka bersilaturrahmi dan melakukan pemetaan kondisi lingkungan serta potensi yang bisa didayagunakan untuk membantu penangan pandemi covid-19 di Bangkalan. Selanjutnya dilakukan upaya merancang aktifitas dan langkah-langkah yang bisa dikolaborasikan, utamanya oleh pihak Baznas Bangkalan selaku stake holder terdepan.

KH. Imam sangat apresisasi atas pertemuan tersebut, di mana peran relawan dalam turut serta menanggulangi permasalahan covid-19, sangat berperan besar membangkitkan potensi yang ada.
Nantinya, apabila direkomendasikan dan difasilitasi oleh Baznas Bangkalan, diharapkan akan bisa memberikan perubahan yang berarti, khususnya dalam percepatan penanggulangan covid-19.
Nadia Bafagih, memaparkan beberapa usulan dan konsep dari relawan, diantaranya tentang pentingnya edukasi pada masyarakat awam terkait pemahaman covid.

” Masyarakat hendaknya disadarkan kembali pentingnya menjaga diri dan keluarga untuk terhindar dari penyebaran covid 19 yang saat ini menyebar dengan cepat di sebagian kabupaten Bangkalan, yaitu; Arosbaya, Geger dan Klampis. Kondisi ini membutuhkan percepatan dalam penanganannya, mengingat situasi kedaruratan serta membutuhkan peranan dukungan dari banyak pihak diluar paramedis/faskes setempat,” ungkapnya. (Rabu,9 Juni 2021).

Dengan kondisi kejadian luar biasa covid di Bangkalan hendaknya dijadikan koreksi dan instrospeksi diri bagi yang masih meragukan bahaya virus covid-19 ini.
Dengan kultur yang ada di Bangkalan, pelibatan Baznas Bangkalan sebagai garda depan dalam pelaksanaan berbagai program tersebut adalah pilihan yang tepat. Dengan mengkoordinasikan para tokoh agama dan pondok pesantren, ustadz, modin, dan tokoh masyarakat/agama di kampung-kampung, dapat direncanakan dan dijalankan berbagai aktifitas dalam bentuk kampanye hidup sehat, peningkatan kapasitas dan pengeetahuan terkait covid serta peningkatan keterlibatan santri, peserta didik dan keluarganya dalam prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pelaksananan 5M sebagai kunci mengatasi covid-19.

Lebih jauh, Perempuan yang akrab dipanggil Nadia ini menyampaikan upaya penguatan dan peningkatan imunitas melalui asupan makanan bergizi serta rasa gembira dan suasana keseharian yang tenang dan senang, akan dapat berkontribusi bagi ketangguhan masyarkat menghadapi covid-19, khususnya di Bangkalan.

“Perencanaan ini akan dituntaskan dalam minggu ini, sehingga harapannya minggu depan sudah bisa dimulai.” Pungkas Nadia.