Capaian vaksinasi penduduk lansia di Jawa Timur, termasuk Sidoarjo, masih rendah. Sebanyak 283.000 warga lansia di Sidoarjo menjadi target.

Di tengah kerentanan tinggi terpapar virus SARS-CoV-2, vaksinasi untuk penduduk berusia lanjut di Sidoarjo, Jawa Timur, masih tergolong rendah. Diperlukan terobosan untuk memasifkan cakupan vaksinasi.

Dinas Kesehatan Provinsi Jatim menargetkan jumlah penduduk berusia lanjut yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 sebanyak 2,5 juta jiwa. Namun, hingga saat ini baru 23 persen yang sudah tervaksinasi. Di Sidoarjo terdapat 283.000 jiwa lansia yang menjadi sasaran vaksinasi dan baru 32 persen tervaksin.

”Vaksinasi warga lansia ini penting untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus. Vaksinasi juga diharapkan menjadi bagian dari upaya melindungi warga lansia,” ujar Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman, Minggu (6/6/2021).

Sejumlah strategi sudah diterapkan Pusat Kesehatan Masyarakat yang ada di 18 kecamatan. Mulai dari mendata jumlah warga lansia di tiap-tiap desa, mengatur penjadwalan vaksinasi di puskesmas, hingga melibatkan kader PKK untuk memobilisasi warga lansia.

Beragam strategi itu pun mulai membuahkan hasil. Meski belum sesuai harapan, capaian vaksinasi warga lansia di Sidoarjo jauh di atas rata-rata capaian warga lansia di Jatim. Untuk memperluas cakupan vaksinasi, baru-baru ini dinkes menggandeng perusahaan swasta agar mau menyalurkan program tanggung jawab sosialnya.

 

Pada Sabtu (5/6/2021) dilakukan vaksinasi massal terhadap 1.000 warga lansia. Kegiatan itu terselenggara atas kerja sama Dinkes Provinsi Jatim, Dinkes Sidoarjo, Tim Penggerak PKK Sidoarjo, dan PT MPM Honda Sidoarjo. Adapun peserta vaksinasi itu dari Kecamatan Waru, Sedati, Gedangan, dan Buduran yang digerakkan oleh tim PKK dan puskesmas setempat.

Ketua Tim Penggerak PKK Sidoarjo Sa’adah Ahmad Muhdlor mengatakan, kegiatan tersebut merupakan yang kedua pihaknya terlibat aktif. Sebelumnya, pekan lalu, Sabtu (29/5/2021), Tim Penggerak PKK Sidoarjo terlibat langsung dalam vaksinasi massal Covid-19 yang menyasar 300 warga lansia.

”Harapannya kegiatan vaksinasi massal bisa terus digelar untuk memperbesar cakupan vaksinasi Covid-19 di Sidoarjo. Semua pihak bisa berperan serta termasuk ibu-ibu PKK,” kata Sa’adah.

Saat ini, masyarakat masih hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19 sehingga semua pihak harus memiliki kepedulian tinggi. Vaksinasi merupakan salah satu upaya menciptakan kekebalan komunitas untuk melawan serangan virus SARS-CoV-2. Setidaknya bisa mengurangi risiko kematian.

 

Sementara itu, Kepala Dinkes Jatim Herlin Ferliana mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski telah divaksin. Penerapan protokol kesehatan berupa memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak aman dari sebaran Covid-19 tak boleh kendur.

 

Masyarakat juga diimbau agar menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas, seperti mudik Lebaran. Ancaman lonjakan kasus Covid-19 pascaliburan harus terus diwaspadai karena data empiris menunjukkan, peningkatan kasus tinggi terjadi setiap kali usai libur panjang.

Sementara itu, PT MPM Honda Sidoarjo berpartisipasi menyukseskan program vaksinasi massal dengan sasaran warga lansia dengan memberikan bantuan berupa paket bahan pokok. Bantuan ini, selain meringankan beban ekonomi keluarga lansia, juga bisa menjadi daya tarik agar mereka mau mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Sidoarjo menjadi daerah pertama di Jatim yang menuntaskan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan lebih cepat dari target nasional pada Febuari lalu. Setelah itu, vaksinator fokus menuntaskan layanan vaksinasi tahap kedua bagi pelayan publik. Sidoarjo juga memelopori vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca untuk para ulama dan santri pondok pesantren.

sumber:kompas.id