Setelah Surabaya, mulai 1 Juni 2021, warga di Sidoarjo juga sudah bisa berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP Sidoarjo. Ini setelah Pemkab Sidoarjo menandatangi kerja sama dengan BPJS Kesehatan Sidoarjo, Senin (31/5/2021).

Kerja sama dalam program Universal Health Coverage (UHC) itu berlaku untuk layanan BPJS kelas tiga.

“Cukup menunjukkan KTP Sidoarjo, bisa langsung dilayani. Biayanya ditanggung Pemkab Sidoarjo,” kata Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor.

Bupati juga menyebutkan, bahwa dengan adanya program ini secara otomatis peserta BPJS kelas tiga di Sidoarjo semuanya gratis.

“Untuk yang nunggak atau punya tanggungan pembayaran, harus dilunasi dulu, baru bisa masuk dalam program ini,” lanjut Gus Muhdlor, panggilan Ahmad Muhdlor.

KTP yang bisa digunakan dalam program ini adalah KTP yang sudah lebih dari enam bulan. Artinya, warga yang baru masuk ke Sidoarjo harus menunggu sampai enam bulan untuk bisa memanfaatkan program ini.

“Bagi warga yang belum punya KTP, bisa menggunakan NIK yang tertera dalam Kartu Keluarga. Sedangkan untuk peserta BPJS kelas 1 dan 2, tetap membayar iuran sendiri. Kecuali yang bersangkutan mau turun di kelas 3, maka akan ikut gratis,” urainya.

Data BPJS Kesehatan Sidoarjo tahun 2021 menyebut, total penduduk Sidoarjo yang sudah terdaftar BPJS Kesehatan sebanyak 1.863.747 jiwa atau 97,06 persen. Dari jumlah itu, peserta JKN-KIS Sidoarjo ada 398.089 jiwa.

Sebanyak 398.089 orang itulah yang sudah tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membayar iuran BPJS Kesehatan. Mulai bulan Juni 2021 iuran BPJS Kesehatan kelas tiga untuk warga tersebut ditanggung oleh Pemkab Sidoarjo.

Menurut Gus Muhdlor, ini merupakan langkah awal. Selanjutnya, Pemkab Sidoarjo berkomitmen dalam upaya perbaikan layanan kesehatan di seluruh fasilitas. Mulai dari RSUD sampai dengan puskesmas–puskesmas dan semua faskes.

Program jaminan kesehatan ini diyakini akan meringankan beban hidup warga Sidoarjo, karena selama ini,mereka setiap bulan harus membayar iuran BPJS Kesehatan kelas III sebesar Rp 35.000 per orang. Bila dalam satu keluarga yang tercatat dalam satu Kartu Keluarga (KK) jumlahnya 4 orang maka harus mengeluarkan Rp 140.000 per bulan.

Deputi Direksi Wilayah Jawa Timur BPJS Kesehatan, I Made Puja Yasa, yang juga hadir dalam penandatanganan kerja sama ini mengaku sangat mengapresiasi langkah Pemkab Sidoarjo yang berkomitmen dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional.

Untuk mendukung dan mensukseskan program UHC di Sidoarjo, I Made Puja menyampaikan, bahwa BPJS Kesehatan saat ini sedang dalam proses melakukan penambahan kerja sama dengan beberapa fasilitas layanan Kesehatan dan juga pengembangan layanan canggih seperti kateterisasi jantung.

Sedangkan untuk peningkatan layanan administrasi dan informasi bagi peserta, BPJS Kesehatan telah menyediakan layanan aplikasi dan kanal–kanal layanan online yang berbasis teknologi seperti Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, Chat Assistant JKN dan melalui Whatsapp.

“Pemkab Sidoarjo telah menunjukkan komitmennya mewujudkan program JKN-KIS bagi warga Sidoarjo untuk mendapatkan kepastian jaminan kesehatan, tentu kami sangat mengapresiasi program ini,” kata I Made.

Saat ini BPJS Kesehatan cabang Sidoarjo sudah bermitra dengan 159 fasilitas Kesehatan tingkat pratama yang terdiri dari dokter praktek perorangan, klinik dan puskesmas. Sedangkan di tingkat fasilitas Kesehatan rujukan tingkat lanjutan sudah bermitra dengan 18 rumah sakit dan 25 fasilitas Kesehatan penunjang.

“Untuk ruang perawatan peserta JKN sudah tersedia 1.682 tempat tidur pasien. Jumlah tersebut terdiri dari 745 ruang perawatan kelas 3, 513 untuk kelas 2, dan 424 untuk perawatan kelas 1,” sebutnya.

source: surya.co.id