Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, mengimbau umat Islam tak menggelar Salat Idulfitri 1442 Hijriah di masjid saat lebaran nanti.

Sebagai gantinya, MUI Jatim menyarankan Salat Idulfitri dilaksanakan bersama keluarga dan berjemaah di rumah masing-masing.

 

“Mengimbau kepada seluruh umat Islam di Jatim agar melaksanakan Salat Idulfitri di rumah bersama keluarga,” kata Ketua MUI Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah, Selasa (27/4).

 

Kiai Mutawakkil mengatakan imbauan Salat Idulfitri di rumah itu agar umat Islam di Jatim tak menimbulkan kerumunan kelompok. Menurut dia salat jemaah di masjid saat lebaran bisa menimbulkan potensi penularan Covid-19.

 

“Ya, agar tidak menimbulkan kerumunan kelompok yang menimbulkan kerentanan terhadap penularan virus Covid-19,” ucapnya.

 

Imbauan itu juga tertuang dalam tausiyah MUI Jatim nomor 05/MUI/JTM/IV/2021 dalam rangka menyambut Idul Fitri 1442 H/2021 M di tengah masa pandemi Covid-19.

 

Ia mengatakan, tausyiah dan imbauan itu dibuat lantaran pihaknya khawatir akan potensi kembali meningkatnya kasus positif Covid-19, seperti yang terjadi di India.

 

“Tausiyah itu, dibuat berdasarkan adanya potensi lonjakan kasus positif Covid-19, seperti terjadi di beberapa belahan dunia, salah satunya India,” katanya.

 

Dalam tausiyah itu, MUI juga mengajak segenap umat Islam di Jatim untuk senantiasa menyempurnakan ibadah Ramadan dengan penuh khidmat namun dalam kewaspadaan tinggi terhadap potensi lonjakan kasus positif Covid-19.

 

“Hal itu, juga diiringi dengan upaya memperkuat doa untuk keselamatan bersama dari ancaman, khususnya, pandemi Covid-19 serta agar pandemi dimaksud segera usai,” pungkas dia.

Sumber : CNN