KOTA, SIDOARJONEWS.id — Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi baru-baru ini menyampaikan pernyataan bahwa vaksin Covid-19 tidak membuat manusia kebal. Pernyataan tersebut memang ada buktinya. Di India, lonjakan kasus Covid-19 semakin menjadi-jadi meski jadi salah satu negara yang paling cepat melaksanakan vaksinasi.

 

Terkait hal ini, dr. Iqbal Faizin, Ketua PC Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Sidoarjo angkat bicara. Menurutnya, tidak ada vaksin di dunia ini yang bisa membuat orang kebal seratus persen.

 

Vaksin diciptakan untuk membangun sistem antibodi di dalam tubuh. Jadi ketika virus masuk ke dalam tubuh, imunitas langsung bisa merespons.

 

“Paling tidak, vaksin membuat kita tidak terlalu parah saat tertular Covid-19. Jadi memang masih ada potensi tertular. Untuk itu, meski sudah divaksin, protokol kesehatan harus tetap dijalankan,” ujarnya pada Sidoarjonews.id, Senin (26/4).

 

Dia mengatakan, seringkali vaksin membuat seseorang merasa jemawa sehingga mulai mengabaikan protokol kesehatan. Seolah-olah ia tak akan terjangkiti. Padahal itu semua keliru.

 

“Sudah banyak kasus orang yang telah divaksin, kemudian terjangkiti Covid-19 karena mengabaikan prokes,” ujar dokter yang hobi sepak bola ini.

Selain itu, dr. Iqbal Faizin juga mengatakan potensi tertular Covid-19 itu akan bisa diminimilisir ketika herd immunity di suatu populasi telah terbentuk.

 

Namun untuk membentuk herd immunity tersebut mensyaratkan capaian vaksinasi 60% dari populasi. Sedangkan di Indonesia, hingga hari ini total vaksinasi baru mencapai 12,7 juta. Artinya belum mencapai 10% dari total penduduk.

 

Untuk itu, jangan sampai apa yang terjadi di India dialami oleh Indonesia. Kuncinya, tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan meski telah divaksin.

Sumber : sidoarjonews.id