Hari malaria sedunia diperingati setiap tanggal 25 April. Di tengah maraknya wabah COVID-19, penyakit malaria juga termasuk salah satu penyakit yang mengancam nyawa manusia. World Health Oranization (WHO) tahun ini menetapkan tema bertajuk Reaching The Zero Malaria Target dalam peringatan Hari Malaria.

Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium yang termasuk golongan protozoa melalui perantaraan tusukan (gigitan) nyamuk Anopheles spp yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia (Siahaan, 2008). Malaria dapat berlangsung akut maupun kronik.

Infeksi malaria dapat berlangsung tanpa komplikasi ataupun mengalami komplikasi sistemik yang dikenal sebagai malaria berat (Sudoyo et al., 2009). Sejarah Penyakit Malaria Malaria maupun penyakit yang menyerupai malaria telah diketahui ada selama lebih dari 4.000 tahun lalu. Malaria dikenal secara luas di daerah Yunani pada abad ke-4 SM dan dipercaya sebagai penyebab utama berkurangnya penduduk kota.

Dalam perkembangan medis modern, pnyakit malaria sudah dikenal sejak tahun 1753, tetapi baru ditemukan parasit dalam darah oleh Alphonse Laxeran tahun 1880. Untuk mewarnai parasit, pada tahun 1883 Marchiafava menggunakan metilen biru sehingga morfologi parasit ini lebih mudah dipelajari.

Siklus hidup plasmodium di dalam tubuh nyamuk dipelajari oleh Ross dan Binagmi pada tahun 1898 dan kemudian pada tahun 1900 oleh Patrick Manson dapat dibuktikan bahwa nyamuk adalah faktor penular. Pada 1890 Giovanni Batista Grassi dan Raimondo Feletti, dua peneliti Italia yang pertama kali memberi nama dua parasit penyebab malaria pada manusia, yaitu Plasmodium vivax dan Plasmodium malariae.

Belakangan pada 1897 seorang ilmuwan Amerika bernama William H. Welch memberi nama parasit penyebab malaria tertiana sebagai Plasmodium falciparum dan pada 1922 John William Watson Stephens menguraikan nama parasit malaria keempat, yaitu Plasmodium oval.

Gerakan WHO Melansir dari situs resmi WHO , tahun ini WHO berkampanye dengan slogan Reaching The Zero Malaria Target. Hal ini juga dilaksanakan untuk merayakan beberapa negara yang sudah berhasil lepas dari penyakit malaria tersebut.

Beberapa negara yang sudah bebas dari penyakit malaria tersebut adalah United Arab Emirates (2007), Moroko (2010), Turkmenistan (2010), Armenia (2011), Sri Lanka (2016), Kyrgyzstan (2016), Paraguay (2018), Uzbekistan (2018), Algeria (2019), Argentina (2019) and El Salvador (2021).

Selengkapnya dapat dilihat melalui laman resmi WHO “24 Countries have succeeded in reaching zero malaria transmission for three years or more, and in total 38 countries and territories have been certified malaria free”, mengutip pesan yang disampaikan oleh Dr. Tedros Adhanom selaku Director General of WHO pada tanggal 21 April 2021.

Peringatan Hari Malaria tahun ini dimaksudkan untuk merayakan beberapa negara yang sudah bebas dari penyakit tersebut, sehingga untuk tahun mendatang WHO berharap adanya kemajuan lebih pesat.

sumber : tirto.id