Kehamilan merupakan fenomena yang misterius. Sebuah momen istimewa yang dinanti banyak pasangan. Ketika berbicara tentang ibu hamil, pasti tidak asing dengan istilah ngidam. Ini karena hampir semua ibu hamil merasakan keinginan yang sangat kuat untuk mengonsumsi makanan tertentu, sampai-sampai banyak cerita lucu yang lahir dari episode-episode ngidam tersebut.

Salah satu ngidam adalah makan makanan pedas. Tapi, banyak ibu hamil yang ragu menuntaskan keinginannya. Banyak anggapan, makan makanan pedas memicu efek samping pada bayi, bahkan sampai keguguran. Sebenarnya, apa sih dampak makan makan pedas ketika hamil?

 

Mengapa Ngidam?

Bukan hanya makanan pedas. Ibu hamil bisa ngidam macam-macam makanan. Dari es krim sampai cokelat. Dari mangga muda sampai makanan yang biasanya tak disukai.

Beberapa teori menjelaskan mengapa ibu hamil sering ngidam. Menurut pakar kesehatan perempuan dari AS Jolene Brighten, dr., hormon wanita akan mengalami banyak perubahan selama kehamilan. Salah satunya, kadar dopamin yang rendah. ’’Dopamin sendiri adalah sebuah hormon yang diasosiasikan dengan ’’kesenangan’’. Hormon ini mengatur mood, tidur, dan bahkan nafsu makan. ’’Ketika ngidam terpenuhi, level dopamin meningkat, dan hal itu menyenangkan bagi ibu hamil sehingga teori ini sangat masuk akal,’’ jelasnya.

Nutrisionis, pakar hormon, yang juga penulis WomenCode Alisa Vitti memiliki teori bahwa makanan yang ingin dimakan sang ibu mengindikasikan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan ibu tersebut. Dia memberi contoh, ngidam makanan manis artinya ada defisiensi kalori dan karbohidrat. Sedangkan ngidam makanan asin mengindikasikan kekurangan magnesium. ’’Jadi, tidak ada arti khusus dari ngidam makanan pedas. Hanya ulah hormon dan neurotransmitter lain di dalam tubuh kita,’’ tegasnya.

 

Dampak Makanan Pedas

Tidak perlu khawatir, makan makanan pedas tidak akan membahayakan janin. Kemungkinan, makanan pedas dapat mempengaruhi preferensi si bayi kelak. Namun, selain itu belum ada riset yang menyatakan bahwa makanan pedas dapat menggugurkan bahkan memicu mutasi di tubuh si mungil.

Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku bagi ibu. Walau tidak mengancam nyawa, konsumsi makanan pedas dalam jumlah terlalu banyak dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Khususnya, di saluran pencernaan. Apalagi jika sebelum kehamilan tidak terbiasa makan sajian pedas berlevel-level, tentu harus lebih berhati-hati dalam kadar yang dimakan.

Ibu hamil trimester pertama perlu memperhatikan, konsumsi makanan pedas memperburuk morning sickness atau mual-muntah. Selama trimester kedua dan ketiga, makanan pedas memicu heartburn, dan masalah saluran pencernaan seperti diare. Selain itu, pada trimester ketiga, janin yang sedang tumbuh mendesak posisi lambung. Dikhawatirkan, asam lambung kembali ke kerongkongan. Sehingga, mengonsumsi makanan pedas dapat memperburuk kondisi tersebut.

Beberapa orang meyakini, makan makanan pedas pada minggu-minggu mendekati kelahiran akan membawa efek baik. Makanan pedas dipercaya bisa memperlancar proses persalinan. Pada 2011, sebuah penelitian yang dipublikasikan jurnal Birth volume 38, mengungkapkan bahwa sekitar 50 persen wanita mencoba untuk memperlebar jalan lahirnya. Dari persentase tersebut, sebanyak 10,9 persen mencoba dengan makan makanan pedas. Sayangnya, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hal tersebut.

Nah jadi jelas ya! Konsumsi makanan pedas yang diidamkan tidak apa-apa. Sebab, tidak membahayakan kehamilan secara langsung. Meski begitu, makanlah sewajarnya agar tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.

sumber: ASal