Selanjutnya kita bahas makanan yang kita konsumsi saat buka shaum . Prinsipnya shaum adalah latihan dari Allah SWT agar kita manusia mampu menguasai hawa nafsu termasuk hawa nafsu makan. Dengan demikian ketika buka puasa, kita praktekkan penguasaan hawa nafsu makan tadi. Jangan sampai buka puasa dijadikan arena balas dendam sehubungan dengan hampir 14 jam mereka yang puasa tidak makan dan tidak minum. Ketika buka shaum, ikuti cara Rasul Saw berbuka.

Menurut hadits Annas bin Malik yang diriwayatkan At-Tirmidzi, Rasullullah Saw membatalkan shaumnya dengan Ruthob (kurma basah, kurma yang baru dipanen) kalau tidak ada Ruthob, shaum dibatalkan dengan Thamr (Kurma kering) dan kalau kedua-duanya tidak ada, Rasul Saw membatalkan shaumnya dengan air.

Jadi buka puasa seyogyanya diawali dengan buah. Sebaiknya buah tersebut dikunyah lembut (atau diblender lebih dulu). Selesai makan buah baru kita minum. Setelah membatalkan shaum lalu kita masuk ke kewajiban kedua yaitu melaksanakan shalat magrib.

 

Setelah selesai, baru makan nasi lengkap dengan lauk pauknya lalu diikuti dengan minum. Jarak antara makan buah dengan makan nasi sekitar 15-20 menit. Setelah berbuka selesai, lalu kita siap-siap untuk melakukan shalat isya dan tarawih. Dampak dari cara berbuka seperti itu, maka tidak akan terjadi rasa ngantuk ketika mendengarkan ceramah tarawih dan ketika pulang tarawih perut tidak lapar.

Rasa ngantuk tersebut terjadi karena kadar glukosa darah naik. Ketika pulang tarawih kita akan merasa lapar sekali. Rasa lapar tersebut terjadi akibat kadar glukosa darah menurun sehingga menjadi rendah ketika pulang tarawih.