Komposisi bahan penyusun menu sehari-hari antara lain tertulis dalam surat Abasa 24-28, surat Yasin 72, dan surat An-Nahl 14. Dalam surat Abasa ayat 24 Allah SWT berfirman (“taudz”) “Falyan zuril insanu ilaa thoaamih” yang artinya “Hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya”.

Tafsir ayat ini adalah manusia harus memperhatikan komposisi bahan makanan penyusun menunya. Bahan makanan akan diuraikan pada ayat ayat berikutnya. Ayat 25 berbunyi “Annaa shobabnal maa’a shobba” yang artinya “Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah dari langit”, ayat ini ditafsirkan bahwa selain makan, kita juga harus memperhatikan air yang kita minum.

Ayat 26 berbunyi “Tsumma syaqoqnal ardho syaqqo” yang artinya “Kemudian kami belah bumi dengan sebaik-baiknya”. Artinya bumi harus dicangkul dengan sebaik-baiknya karena akan ditanami dengan tanaman bahan makanan yang harus kita makan.

Surat Abasa ayat 27 berbunyi “Fa anbatnaa fiiha habbaa” yang artinya “Lalu di bumi kami tumbuhkan biji-biji an”. Termasuk pada biji-biji an (habbaa) adalah padi-padian dan kacang-kacangan. Contoh padi-padian adalah : beras (nasi), jagung, gandum (tepung terigu) dll. Contoh kacangkacangan adalah kacang kedelai (tahu atau tempe), kacang merah, kacang tanah, dan kacang polong.

Surat Abasa ayat 28 berbunyi “Wa innabaw waqodbaa” yang artinya “Anggur dan sayursayuran. Anggur adalah buah berair banyak dan buah yang berair banyak adalah ciri dari buah yang rendah energinya, namun kaya dengan vitamin untuk kulit dan kaya dengan serat yang larut air. Setara dengan anggur adalah semangka, jeruk, belimbing, melon, pir, tomat dan pepaya.

Selanjutnya, pada surah Yasin 72, disebutkan bahwa kita harus makan daging (sumber protein hewani). Pada bagian akhir surat Al-Araf ayat 31, Allah SWT melarang kita makan berlebihan dan berlebihan dapat diartikan dalam jumlah atau dalam jenis bahan makanan penyusun menu.

Misalnya bila dalam menu sudah ada tahu tidak perlu lagi tambah tempe atau kacang-kacangan sumber protein nabati lainnya. Contoh lain dari berlebihan adalah bila dalam menu sudah ada daging, maka tidak perlu lagi kita tambah dengan ikan, ayam atau telur.

Sumber protein hewani lainnya tertulis dalam surat An-Nahl ayat : 14 yaitu ikan. Menurut ilmu gizi, sumber protein hewani lainnya yang setara dengan daging dan ikan adalah ayam, bebek dan telur masing-masing.