Tidur mungkin kerap disepelekan. Kita mungkin sering mendengar saran, kalau ngantuk ya tidur saja. Sekadar memejamkan mata tanpa memikirkan kecukupan durasi maupun kualitas tidur. Namun, begitu seseorang tak bisa tidur barulah merasa betapa pentingnya tidur. Tak sekadar tubuh beristirahat, sebenarnya banyak manfaat ketika kita tidur.

Dijelaskan Wardah R. Islamiyah, dr., Sp.N(K), tidur merupakan kebutuhan manusia. Ketika tidur, tubuh beristirahat. Ketika tidur pula tubuh melakukan proses perbaikan sel, pertumbuhan pada anak, terjadi sinaptogenesis, dan penyimpanan memori.

Tidur yang teratur, menurut spesialis neurologi ini, sangat bermanfaat bagi tubuh. Baik waktu berangkat tidur maupun waktu bangun tidur. Hal ini berkaitan dengan irama sirkadian atau jam tubuh. ’’Begitu jam tubuh kita kacau ada risiko gangguan di kemudian hari,’’ kata dosen FK Unair/RSUD dr. Soetomo Surabaya itu ketika menjadi narasumber bincang sehat Sudah Sehatkah Tidur Anda? Kamis (25/3) yang terselenggara atas kerja sama @majalahdokter x @perdossi_surabaya.

Dalam acara yang berkaitan dengan World Sleep Day dan diperingati Jumat (19/3) itu, Wardah mengatakan, jam tubuh berkaitan dengan terbit dan terbenamnya sinar matahari. Ketika matahari terbit, tubuh mengaktifkan hormon kortisol yang membuat kita bersemangat dan siap beraktivitas. Sebaliknya, ketika malam dan temaram maka tubuh mengeluarkan hormon melatonin yang membuat seseorang mengantuk dan tertidur. ’’Kondisi ini berbeda-beda di tiap negara karena ada negara yang siangnya lebih panjang dan yang malamnya lebih panjang,’’ ungkapnya.

Kalau begitu, apa indikator tidur berkualitas? Wardah yang juga konsultan sleep ini menjelaskan, tidur yang berkualitas ditandai dengan bangun tidur yang fresh, tidak loyo, tubuh terasa fit, tidak sakit kepala, serta tidak merasa capek semua ketika bangun tidur. ’’Indikator kedua adalah di sepanjang hari tidak ngantukan,’’ ujarnya.

Durasi tidur tidak berkaitan dengan kualitas tidur. Terkadang tidur 4-5 jam bangun tidur terasa segar. Ada kalanya ketika libur dan ingin istirahat di rumah lantas tidur hingga 10 jam namun bangun tidur badan terasa sakit semua.

Berbeda dengam kebutuhan tidur. Ada rekomendasinya sesuai usia. Hal ini, menurut dia, berhubungan dengan proses regenerasi sel. Dia mencontohkan, bayi baru tidur hingga 17 jam per hari. Kondisi ini berkaitan dengan kebutuhan tubuh bayi untuk tumbuh dan berkembang. Selain itu, kebutuhan tidur pada anak-anak usia sekolah adalah 10 jam sehari semalam, remaja 8 jam, dewasa 6 jam, dan kebutuhan tidur lansia hanya 4-5 jam sehari semalam. ’’Kebutuhan tidur lansia sedikit karena otaknya mengalami atrofi atau mengecil sehingga kebutuhan untuk metabolisme otak juga sedikit,’’ beber Wardah kepada host bincang sehat Renata Alya Ulhaq.

Menurut Wardah, prosesi menjelang tidur sangat diperlukan agar tidur bisa teratur dan berkualitas. Di antaranya, membersihkan tubuh, ganti baju tidur, berbaring, kalau anak-anak dibacakan dongeng, berdoa, meredupkan penerangan, dan tidur. ’’Ritual atau prosesi ini perlu dibiasakan, terutama pada anak-anak, agar memiliki kebiasaan tidur yang teratur,’’ sarannya.

sumber : http://news.ika-fk-unair.org/news-detail/ritual-baik-agar-tidur-berkualitas