Admin,

Musim hujan warga harus ekstrawaspada dan memperhatikan kebersihan lingkungan. Saat musim hujan, biasanya kasus demam berdarah dengue (DBD) meningkat. Hingga Minggu (17/1), ada warga Sidoarjo yang terjangkit DBD. Sebagian di antara mereka menjalani perawatan di rumah sakit. Banyak pasien yang berusia anak-anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sidoarjo M. Atho’illah menyebutkan, selama 2020, ada 148 kasus DBD. Pada periode Januari hingga Oktober 2020, terdapat 133 kasus. Pada November tahun lalu, ada tiga kasus. Pada Desember 2020, ditemukan 12 kasus DBD. Sebagian besar warga berhasil sembuh. Ada dua orang yang tidak terselamatkan dan meninggal.

”Kasus meninggal di Medaeng dan Krembung,” jelasnya.

Atho’illah mengimbau warga untuk memantau jentik. Dia juga meminta masyarakat rajin menggosok bak penampungan air, termasuk memantau jentik dengan senter. Tujuannya, mengetahui ada tidaknya jentik nyamuk Aedes aegypti dalam air. Upaya itu dilakukan agar jentik tidak berkembang biak menjadi nyamuk dewasa. Bahkan, ajakan untuk tidak menggantung banyak baju bekas pakai digencarkan.

”Nyamuk Aedes senang dengan bau badan,” ungkapnya. Misalnya, saat baju yang tergantung diangkat, banyak nyamuk yang beterbangan. Tidak hanya memberikan imbauan, dinkes juga tetap aktif memantau jentik. ”Gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (1R1J) tetap berjalan,” terangnya.

Selain bak mandi, tempat penampungan air lain juga patut diperiksa. Mulai kolam tanpa ikan, air yang menggenang di barang bekas, hingga tempat air untuk memasak. Tujuannya, jentik terus terpantau dan tidak berkembang biak.

sumber: jawapos.com